Penelitian dalam jangka waktu lama yang dilakukan oleh Mendel, menghasilkan 2 hukum pewarisan sifat yang tentunya masih anda ingat dengan baik.
Kedua hokum yang dimaksud adalah :
Hokum Mendel I [ hokum segregasi ] yang menyatakan : � gen-gen se alel akan memisah secara bebas pada waktu meiosis ke dalam gamet yang berbeda �
Hokum Mendel II [ hokum Asosiasi ] yang menyatakan : � pada saat fertilisasi gen-gen yang terdapat didalam gamet akan mengelompok secara bebas membentuk genotip tertentu �
Untuk memahami pewarisan sifat menurut hokum Mendel ini, anda harus memahami beberapa istilah berikut ini :
Parental [ induk = tetua = orang tua ] biasa di labeli P : adalah individu jantan atau betina yang melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan.
Filial [ turunan = zuriat ] biasa dilabeli F : adalah hasil dari perkawinan parental
Genotip : adalah factor penentu sifat , biasa dilambangkan dengan dua huruf / empat huruf dan seterusnya. Contoh : Aa, AA, AaBb, AABb dan lain sebagainya.
Fenotip : adalah sifat / tampilan luar individu yang dapat diindera [ merupakan hasil interaksi antara factor genetis dan lingkungan ]. Contoh : warna bunga merah, buah bulat, mata sipit, rambut lurus, dll.
Allele : gen-gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog
Homozigot : pasangan alel dengan gen penentu sebuah sifat yang sama .Contoh : AA, aa,
Heterozigot : pasangan alel dengan gen penentu sebuah sifat yang berbeda . Contoh : Aa, Mm,
Monohybrid : satu sifat beda. Misalnya : biji bulat , biji kisut
Dihibrid : dua sifat beda. Misalnya : biji bulat warna kulit biji hijau, buah lebat batang tinggi. Dll.
Rasio fenotip : angka-angka yang menunjukkan perbandingan sifat nampak pada keturunan [ F ] dari hasil persilangan.
Ada beberapa macam persilangan monohybrid, antara lain :
Pertama,
Persilangan monohybrid dominansi penuh
Bagan persilangan :
P1 | |||||||||||||
Fenotip | : | Jantan Biji bulat | X | Betina biji kisut | |||||||||
Genotip | : | BB | bb | ||||||||||
Gamet | : | B | B | ||||||||||
F1 | : | 100 % | Bb | ||||||||||
Biji bulat | |||||||||||||
P2 | |||||||||||||
Fenotip | : | Jantan biji bulat | X | Betina biji kisut | |||||||||
Genotip | : | Bb | Bb | ||||||||||
Gamet | : | B dan b | B dan b | ||||||||||
Kemungkinan F2 | |||||||||||||
Rasio genotip F2 adalah : BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1 = 25 % : 50 % : 25 % Rasio fenotip F2 adalah : Biji bulat : biji kisut = 3 : 1 = 75 % : 25 % | |||||||||||||
Kedua,
Persilangan monohybrid co-dominan [ intermediet ]
Bagan persilangan :
P1 | ||||||||||||||||
Fenotip | : | Jantan bunga merah | X | Betina bunga putih | ||||||||||||
Genotip | : | RR | rr | |||||||||||||
Gamet | : | R | r | |||||||||||||
F1 | Rr | |||||||||||||||
: | 100% | Bunga merah muda | ||||||||||||||
P2 | ||||||||||||||||
Fenotip | : | Bunga merah muda | X | Bunga merah muda | ||||||||||||
Genotip | : | Rr | Rr | |||||||||||||
Gamet | : | R dan r | R dan r | |||||||||||||
Kemungkinan F2 | ||||||||||||||||
Rasio genotip F2 adalah : RR : Rr : rr = 1 : 2 : 1 25% : 50% : 25% Rasio fenotip F2 adalah : Bunga merah : bunga merah muda : bunga putih = 1 : 2 : 1 = 75% : 25 % | ||||||||||||||||
Demikian artikel tentang Persilangan Monohibrid dalam hokum Mendel ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Persilangan Monohibrid dalam hokum Mendel ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

